Rabu, 12 Agustus 2009

Budidaya cabai merah

I. SYARAT TUMBUH
Cabai pada umumnya dapat ditanam di dataran rendah sampai pegunungan (dataran tinggi) ± 2000 meter dari atas permukaan air laut (dpl) yang mempunyai iklim tidak terlalu dingin dan tidak terlalu lembab. Cabai besar akan lebih sesuai bila ditanam di daerah kering berhawa panas (± 30° C). Keadaan tanah yang ideal untuk tanaman cabe adalah yang subur, gembur, kaya akan bahan organik dan tidak mudah becek (menggenang),serta bebas cacing (nematoda) dan penyakit tular tanah (Rukmana, 1996)
II. TEKNIK BUDIDAYA
Teknik budidaya cabai merah meliputi persiapan dan pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, pemupukan, pemeliharaan dan pemanenan.
a. Persiapan dan pengolahan lahan Pada tahap persiapan lahan dibersihkan dari sisa tanaman atau perakaran tanaman sebelumnya, untuk kemudian diolah dan dikeringkan sampai beberapa hari (7 – 14 hari). Untuk selanjutnya dibuat bedeng-bedeng sebagai media tanam. Panjang bedeng sekitar 12 m, dengan lebar 110 cm – 120 cm, tinggi 40 cm -50 cm. Antara dua bedeng dibuat parit untuk memasukan dan mengalirkan air. Tahap berikutnya adalah pemberian pupuk kandang dan kapur pertanian yang dicampur dengan tanah bedengan secara merata sambil dibalikkan, kemudian dibiarkan diangin-anginkan selama ± 2 minggu.
b. Penyemaian Benih cabai disemaikan dengan menggunakan koker yang terbuat dari daun pisang atau polybag kecil ukuran 8 x 10 cm. Koker diisi dengan media semai merupakan campuran dari 20 liter tanah halus, 10 liter pupuk kandang matang halus ditambah dengan 85 gram NPK halus serta 75 gram Furadan. Untuk selanjutnya dimasukkan benih cabai yang telah direndam dahulu dalam air hangat selama 20 – 24 jam. Bibit cabe merah dapat dipindahkan ke lapangan pada umur 17 – 23 hari atau setelah tumbuh 4 helai daun. Dengan menggunakan jarak tanam 60 cm x 70 cm diperlukan benih cabai sebanyak ± 180 gram atau 18 kantong benih kemasan 10 gram. Berbagai macam varietas cabai merah banyak tersedia di toko saprotan. Disamping cabai lokal terdapat juga cabai hibrida yang mempunyai produksi yang tinggi dengan kualitas yang baik jika dibanding dengan cabai lokal. Disamping produksi yang tinggi, jenis hibrida mempunyai daya tahan yang lebih tinggi terhadap hama penyakit tanaman, mempunyai keseragaman tanaman. Pemilihan jenis cabai yang akan diusahakan perlu dipertimbangkan dengan masalah pasar, kualitas, produksi dan lain-lain. Sebagai contoh dapat digambarkan bahwa jenis cabai merah TM 88 merupakan salah satu jenis cabai yang banyak diminati, karena disamping mempunyai kualitas relatif lebih awet jenis ini juga sangat disukai oleh restoran–restoran khususnya rumah makan sunda karena jenis ini mempunyai kulit buah yang tidak liat sehingga sangat mudah diuleg.
c. Pemasangan Mulsa Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) merupakan salah satu teknologi baru agribisnis cabai, sebagai bentuk terobosan baru dalam upaya peningkatan produktivitas cabai. Penggunaan mulsa plastik dapat mengurangi tumbuhnya gulma, warna perak di bagian permukaan dapat memantulkan sinar matahari sehingga dapat mengurangi beberapa jenis hama, menjaga kelembaban tanah dan mengurangi pekerjaan penyiangan dan pemupukan. Sebelum dilakukan pemasangan mulsa, bedengan dipupuk dahulu dengan pupuk buatan secara merata , diaduk dan disiram agar pupuk larut ke lapisan tanah. Setelah itu tanah dibiarkan dulu selama kurang lebih 5 hari agar pupuk tidak meracuni tanaman. Pemasangan sebaiknya dilakukan pada saat cuaca panas agar dapat menutup rapat bedengan.
d. Pemeliharaan Pemeliharaan tanaman cabai merah mencakup kegitan penyiraman, pemasangan ajir bambu, pemupukan susulan dan perempelan tunas-tunas baru dan bunga pertama. Penyiraman dilakukan pada tanaman muda yang baru ditanam sampai tanaman kuat. Penyiraman dapat dilakukan setiap hari. Untuk selanjutnya dapat dilakukan 3 hari sekali dengan melihat kondisi lahan. Jika tersedia saluran air, penyiraman dapat dilakukan dengan mengalirkan atau memasukkan air hingga batas mulsa kemudian air dialirkan lagi keluar areal tanaman. Pemasangan ajir bambu diperlukan untuk memperkuat tegaknya tanaman cabai terutama setelah berkembangnya tanaman dan mulai berbuah. Ajir bambu dipasang setelah tanaman berumur sekitar 1 bulan. Pemupukan susulan dapat dilakukan setelah cabai berumur 50 hari. Hal ini dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah, serta untuk memperbaiki pertumbuhan yang kurang memuaskan. Perempelan tunas perlu dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dengan kuat dan kokoh. Tunas yang tumbuh dibuang untuk merangsang pertumbuhan cabang yang dapat menghasilkan buah yang lebat. Hal ini dapat dilakukan hingga tanaman berumur 20 hari. Perempelan perlu dilakukan terhadap bunga pertama.
e. Penanaman Penanaman cabai di lapangan dapat dilakukan setelah bibit cabai merah berumur 17 hari – 23 hari atau bibit telah dilengkapi dengan tumbuhnya 4 helai daun. Sebelum dipindahkan ke media tanam koker direndam dahulu dalam larutan fungisida atau bakterisida dengan dosis 0,5 gram – 1,0 gram per liter air selama 15 menit. Setelah cukup kering bibit dapat ditanam dalam lubang tanam yang telah disiapkan. Bibit cabai sebaiknya ditanam pada waktu pagi atau sore hari sehingga bibit dapat dipertahankan kesegarannya.
Copyright © 2001 Lembaga Sumberdaya Informasi IPB.
Saran dan pertanyaan mohon disampaikan ke lsi@ipb.ac.id.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar